Sunday, August 15, 2004

Chapter 1-The Past

Dum..di..dummm..di..dum..
Berikutnya adalah perkenalan
Gue nggak begitu suka bicara panjang lebar
Jadi baca aja dibawah ini
Hasil karyakuw !
Kalo kalian baca, emang agak depressing !
Itu karena ide kreatifku berjalan ketika gue streessss
ha ha ha ha

Well, there it is " ME " dari dua tahun yang lalu hingga kemarin :

20/02/2004
Cinta Semu

Tak ada yang tahu aku serapuh ini
Hancur luluh kembali

Kembali..

Hasrat berakhir di persimpangan jalan
Aku tahu semua akan berakhir

Aku tidak menyukaimu
Tapi aku suka perhatianmu

Aku tidak menyukaimu
Tapi aku rindu kata-katamu

Cinta yang semu

Yang pasti aku akan kehilanganmu
Walaupun aku tidak mencintaimu

*Untuk cinta yang semu

KIAMAT

Tertiup sangkakala kematian
Pertanda kiamat kehidupan
Pintu udara tertutup
Rumput-rumput layu
Bunga pun tiada tumbuh

Akhirnya manusia pun tak akan berdusta
Dan maut berjalan beriringan selamanya
Hanya meninggalkan jejak kegelapan

Karena mentari telah sirna
Yang terlihat hanya suara-suara

Tangis ketakutan orang-orang kafir

Dan tangis orang-orang beriman
Bahagia ‘kan bertemu Tuhan-Nya


030602

Teruntuk Waktu


Teruntuk waktu,
berilah aku kasihmu
jangan biarkan nanti
aku menua dan mati
tak tahu seberapa besar
dunia telah kuubah
dengan tanganku

Teruntuk waktu,
cintailah aku
selamanya sehingga
walau sepi
aku tahu disana
ada yang peduli

Teruntuk waktu,
temani aku setiap saat
hingga aku tiada, lalu
menjadi bagian darimu
...
..

Jangan Menciumku

Jangan menciumku atau kubunuh
Kupotong lidahmu, jemarimu, dan kemaluanmu
Bicaralah hanya pada angin
Bila tak ada kebenaran dalamnya
Jangan membawaku turut serta
Aku bisa melihat dusta
Simpan saja keluh kesahmu
Aku pun takkan jadi
ibumu, istrimu apalagi pembantumu
Cuci kakimu sendiri yang
Tertahan tenggelam di lumpur dosa
Selamat atas berat langkahmu berjalan
Jangan menggapai tanganku
Untuk pertolongan
Karena aku tidak akan berpaling
Tidak akan lagi


17 Maret 2004
Ayahku


Ayahku adalah cinta pertamaku
Ayahku dan aku
satu darah
satu wajah
satu detak

Bila ayah bersedih, aku bersedih
Bila ayah bahagia, aku bahagia

Kudoakan…

Keimanan
Kesabaran
Ketentraman
Kebahagiaan

Walaupun dari jauh
Semoga doa itu tersampaikan
Selamanya
Untuk ayahku….

Laki-laki

Laki-laki yang berkelana
Laki-laki yang terdera
Laki-laki yang bertahan
Laki-laki yang berjuang
Laki-laki yang bercinta
Laki-laki yang berkawin
Laki-laki yang beranak
Laki-laki yang menyayangku
Laki-laki yang ayahku….

Kisah Ksatria

Apakah Kau dengar, Tuhan
Derap-derap jiwa gelisah
Menembus gerbang hidup
Pria di atas pelana
Kuda berlari bagai panah
Dilecut cinta dan ambisi
Menggapai impian terhabisi
Tantangan yang jadi harapan
Harapan menjadi nyawa
Walau terluka
Pria itu akan melesat
Takkan mati sebelum tiba
Sabar adalah penuntunnya
Ke tempat surga berada
Bagi dirinya
Juga bagian dirinya

Tuhan, berkati pria itu !
Biarkan ia sampai
Dalam tentram



18 Maret 2004
Suara Hati

Harus kembali bisiknya
Segera kembali sayang
Berpaling dan segeralah berlari
Pergi dari laknat yang ada

Cinta itu bukan milikmu
Airmata tak perlu tumpah
Untuk dia semata

Teruslah berlari
Hujan akan menghapus jejakmu
Tergenangi air
Hingga tertutup tak beriak

Cepat kembali pulang
Sebelum dia kembali patahkan
Ranting kecilku yang rapuh

Untuk Teman-temanku

Tertawalah kita bersama
Lupakan semua yang susah
Tertawa untuk kebodohan kita
Dan suka duka kehidupan

Teman seperjalanan, teman sejiwa
Minum bersama dari cawan hidup yang sama
Rasa yang berbeda kita kan’ cerita
Tak ada iri dan dengki
Karena kita adalah satu

Manusia adalah kumpulan jiwa
Kalian adalah salah satu jiwa-jiwaku
Walau terpisah kalian tetap hidup
Dalam kenang hingga waktu tua
Hingga mati pun mengubahnya
Menjadi kisah abadi di surga








Hidup tidaklah untuk mengeluh dan mengaduh
Hidup adalah untuk mengolah hidup
Bekerja membalik tanah,
Memasuki rahasia langit dan samodra,
Serta mencipta dan mengukir dunia.
Kita menyandang tugas,
Kerna tugas adalah tugas, bukannya demi sorga atau neraka.
Tetapi demi kehormatan seorang manusia.
……………………..
……….
( kutipan : Sajak Seorang Tua untuk Istrinya; oleh W.S.Rendra )


Perasaan Wanita Tak Laku

Cinta lelaki dan wanita bukan untukku
Kasih khayalan yang abadi
Takkan pernah ada untukku

Sudah kuberserah
Pada waktu yang bergulir
Semakin jauh aku kan
Bertahan tak terbantah

Kan’ kutolak semua
detak hidup dari cinta
Biarkan aku hidup
Setia dalam sepi
Hanya untuk Tuhan

Surat Untuk Wanita

Wanita…
Kamu terinjak tapi tak kau sadari
Wanita..
Kamu terluka tapi tak kau sadari
Wanita..
Kamu dimanfaatkan tapi tak kau sadari
Wanita..
Kamu diperkosa tapi lagi-lagi
Tak kau sadari
Wanita…
Kamu menangis tapi tak kau sadari
Wanita…
Siapa yang kan peduli wanita ?
Bila wanita sendiri tak peduli…
Wanita…
Saat Kamu pun sadar…
Tak ada yang kan mengerti
Dan tak ada yang peduli

Dering
8/4/2004

Telepon yang tidak berdering
Bisu di ujung sana
Disini aku menunggu
Gelisah dalam diam

Kulihat tiap detik berlalu
Kurasa kita kan semakin jauh
Kau dan aku
Tidak lagi jarak pisahkan
Karena hati pun tak bertaut

Luka ini menunggu
Harapan melalui deringmu
Bisu di ujung sana
Tak tahukah kamu

Aku menunggu
Disini turut membisu

Cinta pembunuh

Tepat disini
Di ulu hatiku
Di nadi darahku
Kau membunuhku

Tawa
Tangis
Tertidur

Senjata tak bertuan
Senjata tak berperi
Kau tancapkan disini

Hingga kumati pun
Kau tak perduli

Bah, bedebah kau
Katamu menginjak hatiku
Hingga tak berbentuk
Termakan kegelapan

Mimpi Sepi
25/06/04

Sepi
Aku melihat dalam mimpi
Ramalan tak berujung
Harapan cinta yang kandas

Laut yang tak berombak
Matahari yang tak bersinar
Kaki yang tak mampu berdiri
Dan mata yang selalu menutup

Aku ingin lahir kembali
Mengulang masa lalu
Waktu yang tertinggal
Bersama polosnya jiwa

Kepalan tangan ini terangkat
Mencoba membuka tirai masa depan
Yang hanya tuhan tahu
Dan aku tetap terlamun

Penyesalan datang dan pergi
Namun waktu tak kembali
Mimpi yang menghiburku
Akan realita yang tak terwujud

Sesungguhnya aku sudah mati
Bersama mimpi yang kuusung
Terlelap tak ingin terbangun
Ke mimpi buruk yang menanti

Sepi
Sepi
Sepi
Aku ingin kamu nyata
Aku ingin kamu
Aku ingin
Hidup….

Ada Berapa Orang di Dunia Ini Seperti Aku ?
28/06/04/senin

Ada berapa orang di dunia ini seperti aku
Mencari siapa aku ?
Seperti memekar setiap hari
Namun tak kunjung berbuah

Sementara panas dingin berganti
Aku masih aku
Seperti berlari setiap hari
Namun tak pernah sampai

Ingin kaya raya
Ingin punya banyak cinta
Ingin segala mimpi dunia
Ingin yang cuma jadi ingin

Mati tetapi hidup
Hidup tetapi mati
Hidup seorang pecundang
Sekedar bernafas di dunia

Ada berapa orang di dunia ini seperti aku
Bila mati terlupakan
Tapi ada yang bilang jangan khawatir
Toh sejarah juga nantinya dimakan kiamat
Hah, Sepotong kata dari seorang pecundang
Seperti aku

11 Agustus 2004
Aku Seorang Cacat

Aku seorang cacat
Di sarangnya yang mewah
Terseok sendiri
Menggapai-gapai
Untuk terbang
Namun tak bisa
Sayapku telah patah

Aku seorang cacat
Terlahir tak sempurna
Setiap kepakan adalah derita
Setiap diam juga derita
Sementara yang lain
Terbang dengan bangga
Menembus awan di angkasa

Aku menatap iri
Apa yang harus kulakukan ?
Untuk seperti mereka ?

Aku harus memulai seperti mereka
Aku harus sama dengan mereka
Aku seorang cacat
Tapi aku bukan pecundang

Lalu aku pun melangkah
Ke tepi sarang

Aku seorang cacat

Sayapku patah

Tapi aku harus terbang

…………………….
Dan terbanglah aku

……………………….

Sesaat tanpa berpijak
Sedetik tak terasa

Hingga aku terhentak !

Dan tak terbangun lagi

Aku terbang
Dan aku mati

Aku seorang cacat
Setidaknya aku bukan…

seorang pecundang….

12 Agustus 2004
Izinkan aku, Mama


Mama
Aku ingin menambatkan kapal ini
Sebelum berlayar terlalu jauh
Seperti palu takdir telah mengetuk
Lalu berkata
“Perjalananmu hanya sampai disini”
Seperti penyair yang telah kehilangan kata-kata
Aku adalah gelandang tanpa tujuan

Mama
Bolehkah aku lari darinya
Aku memang pengecut
Kebencian telah melampaui tekadku
Kebosanan telah melucuti semangatku
Aku sudah mati
Disini
Saat ini

Mama
Lahirkan aku kembali
Menjadi aku yang aku mau
Bukan aku yang hilang
Tertelan masa

Untuk Jiwa

Dungu kau jiwa yang terkutuk !

Tertidur selalu tak pernah terbangun
Lihat dengan indramu sekelilingmu

Semua telah beranjak meninggalkanmu

Kamu lemah Wahai Jiwa !

Nafsu dan mimpi tak berujung
Telah membelenggumu
Kau menjadi kafir
Tak bertuhan makanya tak bertahan

Selamatkan jiwa dari tubuh dunia
Jangan ikut jadi abu dalam tanah

Harus berani dan
Pantang menyerah

Jiwa yang terkutuk !
Matilah kamu
Dan lahirlah kembali suci
Kembali..
Suci……….



Tentang hidup
14 Agt 2004

Pernahkah kau lihat
Bentangan sejarah di sekelilingmu
Di dalam setiap orang yang kau temui
Pada setiap daun yang jatuh
Di setiap udara yang kau hirup

Hidup adalah hidup
Saat ini, detik ini
Masa depan masih kabur
Masa lalu telah tenggelam

Banyak yang bilang
Hidup itu keras, sulit

Kalau aku bilang
Hidup adalah menghirup udara
Hidup adalah menghela udara

Dan diantaranya
Kita tertawa ketika kita mau
Kita menangis ketika kita mau
Kita diam ketika kita mau
Kita tertidur ketika kita mau

Semudah itu…

Hidup adalah sempurna setiap saatnya
Hidup adalah keajaiban
Keajaiban 1:1000

Semua agar kita dapat
Belajar mencinta dan dicinta
Antar sesama
Dan Tuhan

Kau tak bisa menghindari hidup
Jadi, jalani saja
Karena hidup adalah hidup
Dan mati pun adalah hidup
Di alam yang lain
Di waktu yang berbeda



Pilihan

Bagaimana bila sebuah pistol
Ditodongkan ke kepalamu
Lalu dengan suaranya berkata
“Lepaskan Tuhanmu atau Mati ! “

Saat itu…
Apa yang kau pikirkan ?

Merasakan rasanya darahmu dikeluarkan
Membasahi sebagian tubuhmu karena
Tangan-tangan kotor
Atau
Menjadi teman dari yang pernah memaksamu
Memuntahkan ajaran kebenaran dari jiwamu

Apa yang akan kamu pilih
Hidup menjadi anak Iblis
Atau
Mati menjadi anak Tuhan
….
..

Tersesat

Tawanya bukanlah tawa
Tawanya bukanlah kemarahan
Tawanya adalah kesedihan
Tawanya adalah airmata

Beragama pada diri sendiri
Beriman pada sesama

Manusia tanpa keyakinan
Manusia penuh dusta

Manusia sempurna yang tak pernah menjadi sempurna

Manusia itu adalah aku,kita,kami dan aku…

Terkungkung dalam kekosongan
Meraba-raba cahaya

Mencoba mencapai agungNya
Di atas langit ke-tujuh…


Perjalanan di Negeri Asing

Aku telah sampai disini
Dalam perjalanan ini
Aku kira takdir takkan pernah
Membawaku ke jalan setapak ini

Setiap langkah di negeri asing
Adalah setiap langkah mendatang
Di negeriku sendiri

Masa lalu apa yang akan kubawa
Kembali ke Tanah Air
Sebagai buah tangan

Apakah Romansa ?
Apakah Komedi ?
Apakah Kesedihan ?
Apakah Perjuangan ?

Ah, entahlah
Aku baru sampai disini
Secangkir kopi adalah permulaan

Perkenalan adalah selanjutnya

Dan tanpa kusadari nantinya

Aku telah pergi
Bersama bekal hidup baru
Kembali pulang





0 Comments:

Post a Comment

<< Home